Beberapa tips dalam memilih penerbit:
- Kenali penerbit yang dituju, berikut divisi2 mereka, pastikan karya yang kita kirimkan sesuai dengan karakter divisi penerbit tersebut.
- Cari data tentang penerbit-penerbit sejenis, semakin banyak, semakin banyak pilihan pula bagi kita.
- Kenali produk yang telah mereka luncurkan, sosok bukunya. kenali kemampuan penetrasi pasar (lihat buku-buku yang telah diterbitkan, sudah berapa kali cetak ulang dan sebagainya, ini cuma satu indikasi), kenali profesionalitas mereka, cari info dari yang telah menulis di sana lebih dulu, untuk mengetahui seberapa jauh penerbit tersebut menghargai karya penulis-penulisnya, dan menunaikan hak royalti dengan baik, kenali pula standar royalti di sana.
- Kenali keinginan kita tentang buku yang nanti diterbitkan (secara sosok, ukuran, desain dan seterusnya), kombinasikan dengan profesionalitas penerbit tersebut.
- Langkah ke 4 perlu untuk membuat rank prioritas 1-10 misalnya, kirimkan naskah kita pertama-tama ke penerbit yang kita anggap paling cocok menerbitkan buku-buku kita.
- Kirimkan naskah dalam bentuk disket dan hard copy, juga dalam bentuk email. Kalau kita menginginkan naskah dikembalikan apabila tidak dimuat, kirimkan juga sebuah amplop kosong yang bertuliskan nama kita dan alamat dan sudah dibubuhi perangko, hingga tidak merepotkan penerbit.
- Sertakan juga biodata dan kalau ada keterangan tentang karya-karya yang telah dimuat di media mana saja. sertakan sinopsis cerita, sertakan pula karakter tokoh-tokoh dalam cerita, ini akan memudahkan ilustrator nantinya.
- Rajinlah mengontak penerbit yang bersangkutan, apakah naskah kita sudah mereka terima, tanyakan pula kira2 berapa lama kita harus menunggu. kalau mereka tidak punya jawaban mungkin kita bisa memberikan alternatif (3 bln? 6 bln? 12 bln? tentu disesuaikan dengan posisi bargaining power kita, kalau baru pertama kali, mungkin jangan langsung 'menggetok' penerbit dengan hanya memberi waktu 3 bulan) untuk diketahui, biasanya penerbit perlu waktu 2-3 bulan untuk menerbitkan sebuah buku.
- Meskipun itu buku pertama kita, gak berarti penulis gak berhak untuk memberikan usul2, atau meminta beberapa terms, selama wajar. misal minta dikabari soal ancer2 kaver, minta ngintip duluan soal endorsment atau sinopsis yang mereka buat, tanya apakah boleh memberi alternatif dari kita sendiri? tentu kalau kita yakin, bahwa endorsment dari kita memang lebih baik.
- Pintar-pintar menempatkan diri dalam berkomunikasi dengan penerbit. ingat ini kebutuhan simbiosis mutualisme, bukan cuma penerbit yang butuh naskah, tapi pengarang juga butuh diterbitkan.
- Kalau memang karya kita sudah dipastikan bisa terbit, biasanya surat perjanjian penerbitan ditandatangani setelah naskah mendekati siap cetak. jadi jangan nguber2 dulu sebelum itu. intinya sebelum buku terbit (siap cetak), harusnya kita sudah menerima spp. pastikan anda membaca secara teliti semua pasal-pasal di surat perjanjian penerbitan tersebut, tanyakan kalau ada yang tidak anda mengerti.
- selama naskah dalam proses (setelah anda kirimkan), sebaiknya tidak menyusahkan penerbit dengan mengirimkan naskah yang sama ke penerbit lain, kecuali memang membuat sistem tender. sering kali terjadi penerbit telah selesai edit dan mau masuk ke lay out naskah, mendadak pas dihubungi, penulisnya bilang, akan menarik naskah tsb! ini sangat merugikan. kalau anda ingin menarik naskah, lakukan sedini mungkin, batalkan secepatnya semua proses (lihat dulu udah sejauh apa), jangan sampai baru membatalkan ketika penerbit mengontak anda.
- Klau naskah ditolak? jangan nangis dulu:) minta masukan dari mereka, apa kekurangan naskah yang dikirimkan. perbaiki setelah itu kirim ke penerbit number.
*) Tulisan ini diambil dari mailing list Forum Lingkar Pena. 

Tidak ada komentar:
Posting Komentar